.
Tampilkan postingan dengan label Tugas softskill Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas softskill Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Kalimat Efektif

Diposting oleh Tri Utari di 05.55 0 komentar
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
       Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, “Berapa, Bang, ke pasar Rebo?”  Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, “Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?”
          Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif.
            Berikut ini adalah perbedaan paragraf berkalimat tidak efektif dan efektif :
Paragraf berkalimat tidak efektif :
                  Pada era zaman  modern ini teknologi berkembang sangat pesat. Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal. Generasi muda diharapkan berkualitas supaya dapat memajukan negaranya. Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar daripada persaingan global ini.
      Paragraf berkalimat efektif :
            Pada zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat. Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai kembali pembicaraan damai yang gagal antara pihak komunis dan pihak pemerintah.Generasi muda diharapkan berkualitas agar dapat memajukan negaranya. Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar dari persaingan global ini.

Selasa, 22 November 2011

Contoh Kerangka Karangan Outline

Diposting oleh Tri Utari di 05.43 0 komentar
Topik : Sumber Daya Manusia adalah  Kekuatan yang Nyata dalam semua  Bisnis
1.    Pendahuluan
1.1     Pengertian Sumber Daya Manusia
1.2     Pengertian Kepercayaan
       2.   Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan bisnis 
                            2.1     Sumber Daya Manusia yang berkualitas 
                                          2.1.1                 Sikap Para Kru yang selalu tersenyum, ceria, dan senang                                                                       untuk                               membantu
2.1.2                 Pelayanan yang baik
2.1.3                 Tempat dan hiburan yang menarik
2.1.4                 Manajemen yang baik
2.2     Pemimpin yang Baik
2.2.1                 Harus bisa mengenal Kelemahan dan Kelebihan Tim
2.2.2                 Mudah bersosialisasi
2.2.3                 Mendengar aspirasi-aspirasi Tim
2.2.4                  Bijaksana
2.2.5                 Mudah menerima dan memaafkan kesalahan orang lain
2.2.6                 Ramah Tamah terhadap pelanggan
2.2.7                 Sangat memanfaatkan kesempatan kedua
2.3     Kepercayaan Pelanggan terhadap Perusahaan
2.3.1                 Menerima Kritik dan Saran dari pelanggan
2.3.2                 Semakin meningkatkan kualitas produk dan jasa
3.    Penyebab kehancuran bisnis
3.1     Manajer yang acuh terhadap karyawan
3.2     Tidak ramah terhadap pelanggan
3.3     Kepercayaan terhadap manajemen yang rusak
3.4     Staf yang tertekan terhadap aturan perusahaan dan sikap manajer yang                      tidak baik
4.    Faktor – faktor yang bisa mempererat tali silahturahmi antar staff
4.1     Semangat Kekeluargaan yang tinggi
4.2     Sering mengadakan pesta bersama
4.3     Mengadakan tour
5.    Contoh Perusahaan yang sudah memiliki SDM yang berkulitas dan belum berkualitas
5.1     Perusahaan Maskapai Penerbangan  Virgin
5.2     Perusahaan di pulau Necker di Karibia



       

Jumat, 18 November 2011

Tragedi Pembantaian Orang Utan

Diposting oleh Tri Utari di 04.43 0 komentar
               Sayembara pembantaian Orangutan! Ini kisah sungguh - sungguh terjadi di wilayah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Penyelenggara sayembara pembantaian tersebut adalah perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut yang menganggap Orangutan adalah hama yang harus dimusnahkan. Perbuatan tak layak dan sangat tidak layak untuk dicontoh. Karena Orangutan Indonesia di hutan Kalimantan termasuk hewan yang dilindungi.

               Puluhan orangutan ( pongo pygmaeus ) menjadi bulan - bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, warga lantas menangkap, mengikat, merangkeng dan menyiksa , Setelah diserahkan, ada petugas khusus dari perusahaan yang membantai mereka satu - persatu. Yakni dengan cara memotong - motong tubuh Orangutan itu menjadi banyak. Potongan tubuh Orangutan itu dibungkus dengan karung, untuk kemudian dibuang ke tempat khusus pembuangan yang juga sudah disediakan oleh perusahaan atau bisa juga
daging orang utan itu dikonsumsi dan sisanya untuk kepentingan pengobatan tradisional, pengambilan anak untuk piaraan, dan perdagangan.

               Padahal area perkebunan ini bersebelahan dengan area KBK ( Kawasan Budidaya Kehutanan ) yang di dalamnya sudah hidup habitat Orangutan. Tentu ini membuat kehidupan mereka terusik. Orangutan - Orangutan itu berhamburan keluar dari tempat tinggal mereka. Mungkin juga kesal karena kehidupan mereka terusik dengan aktivitas pekebunan sawit itu, Orangutan pun merusak sejumlah sawit yang sedang tumbuh. Dari situlah awalnya, perusahaan kemudian membuat kebijakan bahwa Orangutan adalah hama yang wajib dibasmi atau dibunuh.

               Proses pembantaian dilakukan dengan cara sayembara terbuka yang diumumkan pihak perusahaan, yakni berbunyi: "barang siapa baik karyawan maupun masyarakat sekitar yang mampu menangkap Orangutan itu baik dalam keadaan hidup maupun mati, diberikan imbalan berupa uang dari mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Imbalan disesuaikan dengan kecil dan besarnya tangkapan itu." Dari situlah baik karyawan perusahaan maupun masyarakat sekitar pun berlomba - lomba berburu Orangutan. Ketika dapat baik sudah mati ataupun hidup, langsung diserahkan ke pihak perusahaan khususnya di lokasi pembantaian yang sudah disediakan. Dan karyawan ataupun warga yang menyerahkan itu, langsung diberi uang cash sesuai dengan kecil dan besarnya Orangutan yang ditangkap.

               Akibatnya Populasi Satwa Ini Mengalami Penurunan Sangat Drastis Yang Hanya Digunakan Untuk  Konsumsi Semata.  The Nature Conservancy (TNC) mengungkapkan, pembunuhan orangutan masih terus berlangsung meski orangutan termasuk kategori satwa yang terancam punah. Tragedi ini tidak hanya mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia tapi juga dunia





Sabtu, 22 Oktober 2011

Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada wacana tataran non ilmiah

Diposting oleh Tri Utari di 08.27 0 komentar

Wacana pada Tataran Non Ilmiah
          
      Merupakan wacana yang tidak terikat pada karangan baku. Contoh anekdot, editorial, opini, reportase, dll. Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.

Contoh wacana non ilmiah :

Inilah rekaman percakapan telepon pemesanan Pizza pada thn 2020
(Dimana E-KTP sudah berlaku) ;

Operator [O]: Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Ada yg bs saya bantu?

Konsumen [K]: Saya mo pesan pizza.

O: Boleh minta nomor KTP anda?

K: 6102049998-45- 54610.

O: Ok pak Bejo, dr database kami bpk tinggal di Jl Tebet 16, tlp rmh bpk 02182926378, kantor 021665872673 Hp 0818784022

K: Apa saya bs pesan Seafood Pizza?

O: Itu bkn ide yg bagus pak.

K: Kenapa?

O: Dr medical record bpk, bpk punya tekanan darah tinggi dan kolestrol yg berlebihan.

K: Jd kamu merekomendasikan apa?

O: Mungkin bpk bs memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.

K: Dr mana kamu tahu kalo saya bakal suka?

O: Hmmm minggu lalu bpk baru pinjam buku dg judul "Popular Hokkien Dishes" di Perpustakaan Nasional.

K: Ok terserah, sekalian saya pesan paket keluarga, brp semuanya?

O: Tp paket keluarga kami tdk cukup utk anak anda yg 5 org pak, total keseluruhan Rp. 190.000.

K: Bs saya bayar dgn Kartu Kredit?

O: Bpk hrs membayar cash, kartu kredit bpk telah over limit, & bpk punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sjk bln Agustus lalu, itu blm termasuk denda tunggakan kontrak rmh & kendaraan.

K: Ooh ya sdh, nanti saya ke ATM aja utk narik duit sblm org mu dtg.

O: Mgkn nggak bs jg pak, record bpk menunjukkan bahwa batas bpk menarik uang di ATM habis.

K: Busyet..... udahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, brp lama Pizza diantar?

O: Sekitar 45 menit pak, tp kalo bpk tdk bs nunggu, bpk bs ngambilnya sendiri dg motor bebek bpk yg butut.

K: APA...?

O: Menurut catatan kami, bpk memiliki motor bebek tahun 2000 dg nopol B3344CD betul kan?

K: Sialan, bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom prnh ngerasain ditonjok ya!

O: Hati2 dgn ucapan bpk, apa bpk tdk ingat 15 Mei 2010 bpk prnh di penjara 3 bln krn mengucapkan kata kotor pd polisi?

K: ggrrrhhhh!! (Kesal)

O: Ada yg lain pak?

K: BATALIN AJA!!! >:O

Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada wacana tataran semi ilmiah

Diposting oleh Tri Utari di 08.24 0 komentar

Wacana pada Tataran Semi Ilmiah
       
      Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.

Contoh wacana semi ilmiah :

TANGERANG, KOMPAS.com — Hingga pukul 19.00, Sabtu (22/10/2011), pasangan calon gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan wakil gubernur Irna Narulita masih terus memimpin perolehan suara dibanding dua pasangan calon lainnya dalam Pilkada Banten.
Berdasarkan hasil perolehan suara sementara real quick count dari Akurasi Survei Indonesia, lembaga survei yang bekerja sama dengan tim pemenangan pasangan calon nomor 2 itu, pasangan WH-Irna memperoleh 377.209 suara atau 51,75 persen.
Calon pasangan nomor 1 Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menduduki peringkat kedua dengan perolehan 287.681 suara (39, 47 persen) dan pasangan calon nomor 3 mengantongi 64.039 (8,79 persen). Perolehan suara sementara itu terpantau di 2.922 TPS.
Sementara jumlah TPS se-Banten sebanyak 16.750 TPS. Perolehan suara sementara itu ditayangkan melalui layar lebar di halaman kediaman Wahidin Halim, di Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang.
Ketua Harian Tim Pemenangan WH-Irna Achmad Subadri mengatakan, perolehan suara dipantau oleh petugas yang disebarkan ke seluruh TPS se-Banten.


Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada wacana tataran ilmiah

Diposting oleh Tri Utari di 08.12 0 komentar
 Wacana pada Tataran Ilmiah
            Merupakan wacana yang memilki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Contoh makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi yang menyediakan permasalahan dan pembahasan sesuai dengan data yang telah didapatkan di lapangan dengan objektif.

Contoh wacana pada tataran ilmiah :

Implementasi Balanced Scorecard sebagai Alat Pengukur Kinerja pada PT Bestindo Intiselaras

Saat ini masih banyak perusahaan yang mengukur kinerjanya hanya berdasarkan pada tolak ukur keuangannya saja.  Padahal dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks seperti saat ini, pengukuran kinerja yang hanya berdasar pada tolak ukur keuangan sudah tidak lagi memadai karena mempunyai banyak kelemahan, antara lain:
1.   Pemakaian kinerja keuangan sebagai satu-satunya penentu kinerja perusahaan bisa mendorong manajer untuk mengambil tindakan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang.  Misalnya, untuk menaikkan profit atau ROI, seorang manajer bisa saja mengurangi komitmennya terhadap pengembangan atau pelatihan bagi karyawan, termasuk investasi-investasi dalam sistem dan teknologi untuk kepentingan perusahaan masa depan.  Dalam jangka pendek kinerja keuangan meningkat, namun dalam jangka panjang akan menurun. Contoh Skripsi Akuntansi
2.      
        Diabaikannya aspek pengukuran non-finansial dan intangible asset pada umumnya, baik dari sumber internal maupun eksternal akan memberikan suatu pandangan yang keliru bagi manajer mengenai perusahaan di  masa sekarang terlebih lagi di masa datang.
3.    
           Kinerja keuangan hanya bertumpu pada kinerja masa lalu dan kurang mampu sepenuhnya untuk menuntun perusahaan kearah tujuan perusahaan.
4.      
                Agar sukses setiap perusahaan, harus menginvestasikan dan mengelola asset intelektual mereka.  Hal ini disebabkan karena asset intelektual memampukan perusahaan untuk:
·               Membangun hubungan baik dengan konsumen yang akan memelihara kesetiaan dari konsumen yang ada dan memungkinkan segmen konsumen dan area pasar yang baru dapat dilayani dengan efektif dan efisien.
·               Memperkenalkan produk dan jasa inovatif yang diinginkan oleh target segmen konsumen.
·               Memproduksi produk dan jasa yang berkualitas tinggi pada tingkat biaya yang rendah dan dengan waktu tunggu yang singkat.
·               Mengerahkan kemampuan dan motivasi karyawan untuk melakukan peningkatan secara terus menerus dalam kapabilitas proses, kualitas, dan waktu respon.

Dalam hal ini, kesuksesan perusahaan tidak dapat dimotivasi atau diukur dalam jangka pendek dengan model akuntansi keuangan tradisional saja.  Balanced scorecard merupakan kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan ukuran yang diperoleh dari strategi.  Dengan tetap mempertahankan ukuran keuangan dari performance sebelumnya, balanced scorecard memperkenalkan driver tambahan yang meliputi konsumen, proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Balanced scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran.  Perusahaan dapat menggunakan balanced scorecard sebagai dasar untuk mengatur kerangka kerja untuk proses manajemen mereka.  Perusahaan dapat membangun balanced scorecard mula-mula dengan tujuan yang terbatas, misalnya untuk mendapatkan klarifikasi, konsensus, dan fokus terhadap strategi mereka, lalu mengkomunikasikan strategi tersebut kepada seluruh anggota perusahaan.

Dengan kata lain, balanced scorecard mendidik manajemen dan organisasi pada umumnya untuk memandang perusahaan dari kurang lebih empat perspektif: keuangan, pelanggan, pembelajaran dan pertumbuhan, serta bisnis internal, yang menghubungkan pengendalian operasional jangka pendek ke dalam visi dan strategi bisnis jangka panjang.

Kekuatan sebenarnya balanced scorecard terjadi saat mentransform sistem pengukuran menjadi sistem manajemen.  Dengan kata lain balanced scorecard dapat digunakan untuk:
1.  Mengklasifikasi dan mendapatkan konsensus (persetujuan) mengenai strategi.
2.       Mengkomunikasikan strategi pada anggota perusahaan.
3.       Menjelaskan tujuan tiap departemen dan individu terhadap strategi.
4.       Menghubungkan tujuan strategis dengan target jangka panjang dan anggaran tahunan.
5.       Mengidentifikasi dan menjelaskan inisiatif strategis.
6.       Melakukan peninjauan strategis secara berkala dan sistematis.
7.       Memperoleh umpan balik untuk mempelajari dan mengembangkan strategi.

Seperti yang telah disebutkan diatas, balanced scorecard mengklasifikasikan pengukuran kinerja ke dalam 4 perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.  Keempat perspektif ini menawarkan suatu keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang, yaitu hasil yang diinginkan, pemicu kinerja, dan tolak ukur kinerja.

Berdasarkan kelebihan yang dimiliki balanced scorecard, maka penulis tertarik untuk mengukur kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang terdapat di dalam balanced scorecard ke dalam skripsi  yang berjudul “Implementasi Balanced Scorecard sebagai alat pengukur kinerja pada PT Bestindo Intiselaras”.

1.2       Rumusan Masalah
Saat ini masih banyak perusahaan yang mengukur kinerjanya secara tradisional, yaitu hanya dengan menitikberatkan pada aspek keuangannya saja.  Perusahaan cenderung berorientasi pada keuntungan jangka pendek dan  mengabaikan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu penulis mencoba menerapkan beberapa pengukuran sederhana dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard untuk menganalisis kinerja perusahaan.  Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut:
1.       Bagaimana pengukuran kinerja yang selama ini diterapkan di PT Bestindo Intiselaras?
2.       Bagaimana kinerja perusahaan jika diukur dengan sistem pengukuran Balanced   Scorecard?

1.3       Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui kinerja PT Bestindo Intiselaras apabila diukur dengan perspektif Balanced Scorecard.

1.4       Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.       Bagi perusahaan, untuk mendapatkan masukan tentang pengukuran kinerja dengan menggunakan Balance Scorecard serta memberikan manfaat dalam menetapkan pengukuran kinerja yang lebih komprehensif. Contoh Skripsi Akuntansi
2.       Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam menerapkan beberapa teori yang diperoleh dalam perkuliahan.
3.       Bagi pihak lain yang berkepentingan, untuk memberikan informasi yang berkenaan dengan pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan Balanced Scorecard.

I.5        Sistematika Penulisan
Skripsi ini dibagi menjadi 5 bab dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I.     Pendahuluan
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitan, dan manfaat penelitian.  Penulis mencoba untuk memberikan gambaran mengenai kebutuhan pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan perspektif-perspektif yang ada dalam Balance Scorecard.

Bab II.    Tinjauan Literatur
Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai pengertian, tujuan, manfaat, dan karakteristik sistem pengukuran kinerja, serta mengenai balanced scorecard dan perspektif-perspektif yang ada didalamnya sebagai suatu sistem pengukuran kinerja.

Bab III.    Gambaran Umum Objek Pembahasan
Pada bab ini penulis menjelaskan gambaran umum, struktur organisasi, dan  ruang lingkup kegiatan PT Bestindo Intiselaras sebagai obyek penelitian.

Bab IV.  Analisis dan Pembahasan
Pada bab ini, penulis mencoba untuk  melakukan analisis data, baik data finansial maupun data nonfinansial, serta pembahasan terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan keempat perspektif dalam Balanced Scorecard, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran.

Bab V.   Simpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan atas analisis data yang dilakukan di PT Bestindo Intiselaras, selain itu penulis juga memberikan saran mengenai kemungkinan pengukuran kinerja Balanced Scorecard sebagai alternatif untuk mengukur kinerja perusahaan secara lebih akurat. Contoh Skripsi Akuntansi.




















Selasa, 04 Oktober 2011

tugas bahasa indonesia 1

Diposting oleh Tri Utari di 08.46 2 komentar


Terima Kasih

 

Tri Utari Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea